Selasa, 18 Januari 2011

Kisah Bisnis Pojok Tahu : Urgensi Design Produk


Bila dalam kisah bisnis saya yang sebelumnya, terdapat suatu hikmah, bahwa produk yang buruk bila dpasarkan sebagaimana rupa, tetap akan sulit untuk dijual. Saya mendapatkan pelajaran yang kurang lebih serupa.
Alkisah saya bersama kawan saya, mper dan fuad membuka warung makan di suatu Foodcourt depan UNPAD Dipati Ukur. Lokasi tempatnya amat strategis, dikarenakan tepat di depan into keluar gerbang mahasiswa dan depan BNI DU. Namun yang terjadi adalah produk kami hamper tidak ada yang membeli. Amat sedikit yang membeli produk kami. Terdapat banyak evaluasi mengapa itu terjadi. Salah satunya adalah kami belum kokoh dalam produk.
Kami berjualan susu rasa. Susu tersebut berasal dari susu murni BMC yang dicampur dengan sirop rasa strawberry atau moca. Dikarenakan penjualan yang masih buru-buru, kami belum sempat melakukan eksperimen dan pematangan produk. Saya panik karena tidak tahu cara membuat susu. Yang biasa membuat susu adalah mper dan mper sedang ada pertemuan dengan dosen. Akhirnya konsumen mengeluh bahwa susunya kurang manis. Bahkan saya harus mencicipi susu tersebut, suatu tindakan yang tidak lazim untuk pedagang. Sehingga hikmah dari hal tersbeut adalah, saat kita ingin menjual suatu produk, ada beberapa hal yang perlu dirancang, bila memang kita lah designer dari produk tersebut:
1.Nama dari produk yang bagus (tidak sekedar susu, tapi mungkin milk shake/milsquash)
2.Tampilan dan kemasan produk (misalkan dipasang strawberry segar untuk membuat susu menarik, juga ada suatu keharusan disajikan bersama tisu dan nampan)
3.SOP atau standard operational procedure dalam membuat produk tersbeut agar produk yang baik dapat selalu diulang proses pembuatannya.
4.Rasa yang telah teruji di pasaran dan dirasa akan laku karena disukai oleh calon konsumen
5.Harga yang pas tidak kemahalan pun tidak murahan. (bisa dilakukan dengan survey pasar)

Mungkin saya memberikan penekanan terkait rasa..promosi memang membuat pembeli datang, tapi yang menentukan terjadi tidaknya repeat purchasing adalah rasa. bIla design produk demikian bagus dan rasanya enak, maka konsumen akan jatuh cinta dan akan membeli terus. Maka terkait rasa, mungkin memang perlu melibatkan ahlinya, dari SMA kejuruan masak atau universitas di bidang kuliner..

Demikinan sementara nantikan artikel berikutnya tentang aspek psikologi khususnya motivasi konsumen yang harus dipertimbangkan.

Tidak ada komentar: