cintaku padamu seperti garis asmitot
terbang menjulang hingga ke langit ke tujuh
Aurachman
Rio Aurachman seorang mahasiswa Teknik Industri, seorang da'i sebelum menjadi apapun,pebisnis,organisatoris,pecinta ilmu apapun,pembaca buku,mentor,apa lagi ya? Betapa banyak hikmah mengalir dalam hidup, amat sayang bila ia hanyut tak tercatat..Amat sayang bila ia tak bisa turut direguk olehmu,,semoga manfaat. untuk baca blog ini harus perhatikan label
Sabtu, 31 Desember 2011
Sabtu, 24 Desember 2011
Kultwit Ustadz Salim A Fillaah #Natal
1. #Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an; "Saudara-saudaraku
Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak
2. Wasi'an: "Kalian mengimani Musa, juga 'Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama;
Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda. #Natal
3. Wasi'an: "Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al
Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan." #Natal
4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara
Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82). #Natal
5. Tapi mungkin memang sudah tabiat 'aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak
serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120). #Natal
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak
terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8). #Natal
7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan
ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64). #Natal
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati
segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6). #Natal
9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai 'Isa & Maryam, meski kami tak
bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad. #Natal
10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang
berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman. #Natal
11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata,
dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?#Natal
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan
mengharukan pada Maryam & 'Isa yang tiada duanya. #Natal
13. Termuliakanlah 'Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu
agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59). #Natal
14. Termulialah 'Isa nan bicara dalam
buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya
dibangkitkan. (QS 19: 33)
15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai 'Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya,
yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam
16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran 'Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25
Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya. 17. Sebab Maryam nan sungguh
berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu
Maret, bukan Desember. #Natal
18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des
itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari. #Natal
19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul 'Azmi nan teguh hati; 'Isa,
agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini. #Natal 20. Sayangnya, hampir seluruh
gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan 'Son of God'
sebagai 'Sun of God'. #Natal
21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam #Natal. Ini
harinya Janus & Mitra. Bukan harinya 'Isa, kawan terkasih.
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa
itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya. #Natal
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di
'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para 'ulama. #Natal
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan
yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86) #Natal
25. Yang disepakati para 'ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala
yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI. #Natal 26. Jika keterlibatan dalam
kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para 'ulama
ikhtilaf pada soal ucapan selamat.
27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy;
menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas 'aqidah.
28. Tahniah #Natal, kata keduanya; bisa menjadi da'wah sebagaimana Ibrahim bicara
tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)
29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang 'Ibrahim Mencari Tuhan', tapi 'Ibrahim
Berda'wah', demikian ditegaskan Al Qurthuby. #Natal
30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan
Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati-
hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.
32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal
tersebab hal itu sama dengan meridhai 'aqidah keliru.
33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat
ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan
sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama. #Natal
35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al
Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan #Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal
Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-
duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati. #Natal
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak
sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas. #Natal
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim
minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al 'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah
agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain. #Natal
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak.
Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan 'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka
tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: [t.co]
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan &
mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari'at. #Natal
44.Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB
(tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal
45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi
misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia. #Natal
46. Demikian bincang #Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim,
terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)
47. Maafkan sejak tadi bincang #Natal ini terjeda-jeda; karena qadarauLlah sedang
fakir sinyal; juga tadi tengah menyampai materi di Jambi:)
Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak
2. Wasi'an: "Kalian mengimani Musa, juga 'Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama;
Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda. #Natal
3. Wasi'an: "Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al
Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan." #Natal
4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara
Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82). #Natal
5. Tapi mungkin memang sudah tabiat 'aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak
serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120). #Natal
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak
terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8). #Natal
7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan
ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64). #Natal
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati
segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6). #Natal
9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai 'Isa & Maryam, meski kami tak
bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad. #Natal
10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang
berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman. #Natal
11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata,
dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?#Natal
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan
mengharukan pada Maryam & 'Isa yang tiada duanya. #Natal
13. Termuliakanlah 'Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu
agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59). #Natal
14. Termulialah 'Isa nan bicara dalam
buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya
dibangkitkan. (QS 19: 33)
15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai 'Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya,
yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam
16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran 'Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25
Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya. 17. Sebab Maryam nan sungguh
berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu
Maret, bukan Desember. #Natal
18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des
itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari. #Natal
19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul 'Azmi nan teguh hati; 'Isa,
agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini. #Natal 20. Sayangnya, hampir seluruh
gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan 'Son of God'
sebagai 'Sun of God'. #Natal
21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam #Natal. Ini
harinya Janus & Mitra. Bukan harinya 'Isa, kawan terkasih.
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa
itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya. #Natal
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di
'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para 'ulama. #Natal
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan
yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86) #Natal
25. Yang disepakati para 'ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala
yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI. #Natal 26. Jika keterlibatan dalam
kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para 'ulama
ikhtilaf pada soal ucapan selamat.
27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy;
menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas 'aqidah.
28. Tahniah #Natal, kata keduanya; bisa menjadi da'wah sebagaimana Ibrahim bicara
tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)
29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang 'Ibrahim Mencari Tuhan', tapi 'Ibrahim
Berda'wah', demikian ditegaskan Al Qurthuby. #Natal
30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan
Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati-
hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.
32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal
tersebab hal itu sama dengan meridhai 'aqidah keliru.
33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat
ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan
sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama. #Natal
35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al
Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan #Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal
Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-
duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati. #Natal
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak
sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas. #Natal
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim
minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al 'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah
agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain. #Natal
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak.
Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan 'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka
tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: [t.co]
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan &
mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari'at. #Natal
44.Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB
(tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal
45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi
misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia. #Natal
46. Demikian bincang #Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim,
terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)
47. Maafkan sejak tadi bincang #Natal ini terjeda-jeda; karena qadarauLlah sedang
fakir sinyal; juga tadi tengah menyampai materi di Jambi:)
Kultwit Ustadz Salim A Fillaah #Doa
1. Sungguh duka besar bagi ummat; ketika ilmu dicabut, sosok masyhur di-'ulama-kan, & fatwa tanpa dalil jadi pedoman beragama.
2. Teringat kita ungkapan Ibn Mas'ud; "Betapa banyak hal yang kalian anggap biasa, tapi dahulu kami takut ia adalah pembinasa."
3. Kalimat itu beliau katakan di masa beliau hidup, pada para sahabat & tabi'in; zaman yang masih merupakan sebaik-sebaik kurun.
4. Duh, terbayang apa tanggapan Ibn Mas'ud melihat perilaku kita hari ini; menjadikan ibadah sebagai permainan dengan Allah?
5. Pedih pun menelusur rujukan; tak ditemukan bahasan TATA CARA "shalawat 1000 kali" tuk TUJUAN dapat "kuda poni & pedang hindi."
6. Terkhawatir pembinasa; ia jatuh dalam 2 perkara yang tertolak & berdosa; a)bid'ah tak tertuntunkan & b)niat yang tak liLlah.
7. Teringat Ibn Mas'ud lagi; beliau dapati sekelompok di Masjid Kufah berdzikir dengan Imam yang memberi amar; sekian kali..
8. ..Lalu ucapkan ini, sekian kali!" Dengan tubuh menggigil & suara bergetar, beliau berkata, "Sungguh lebih manfaat bagi kalian..
9. ..menghitung dosa-dosa! 'Amal macam apakah ini yang tidak kukenal dari kekasihku Muhammad SAW & sahabat-sahabatnya?"
10. Kita mengenang Ibn Mas'ud lagi atas kalimat indah, "Bercukup dengan sunnah, lebih selamat daripada berpayah dengan bid'ah."
11. Sebab ada kaidah:الاصل في العبادة بطلان حتي تقوم الدليل تدل علي الامرHukum asal segala ibadah adalah terlarang; hingga..
12. ...tegak dalil yang menunjukkan bahwa ia diperintahkan." SubhanaLlah; sedih sekali mendengar, "Mau dalil apa hutang lunas?"
13. Duh kekasih Allah, Nabi mulia, teladan cinta; alangkah malu kami padamu, yang ketika wafat tergadai baju perangmu..
14. ..apakah kami mengira doamu tak mustajab, 'amalmu tertolak, & dirimu hina; hingga hutangmu belum terlunaskan? SubhanaLlah.
15. Alangkah kecil dunia; malu para mulia itu memintanya kepada Allah; sebab doa dunia mengancam bagian akhiratnya. (QS 2: 200)
16. Adalah Thawus ibn Kaisan Al Yamani di Masjidil Haram; setelah nasehat indahnya untuk Khalifah Hisyam ibn 'Abdul Malik..
17. ..ditanya oleh Hisyam; "Wahai Syaikh, sampaikan hajatmu agar aku memenuhinya sebagai penghormatan padamu!" Thawus menyahut..
18. "Hajat dunia, atau hajat akhirat wahai Amir?" Jawab Hisyam, "Tentu saja dunia." "Ah", ujar Thawus, "Kalau hajat dunia..
19. ..pada Yang Maha Memiliki saja aku tak meminta; apa lagi pada yang cuma dititipi sepertimu! Dan ini rumahNya, aku malu."
20. "Bukankah kita diberi contoh 3 orang terjebak di gua; lalu berdoa tuk selamat (di DUNIA) dengan menyebut 'amal shalihnya?"
21. An Nawawi dalam Syarh-nya: 3 orang yang terjebak di gua itu memang memohon pertolongan Allah dengan 'amal shalihnya; TAPI..
22. a)'amal SUDAH dilakukan. b)mereka telah kerahkan upaya sampai BATAS ikhtiar & gagal. c)keadaan DHARURAT menyangkut nyawa..
23. ..d)mereka TERPAKSA; bukan suka hati menyebut 'amalnya; sebab tiada kemungkinan tuk selamat selain doa agar ditolongNya.
24. Sungguh ini berbeda dengan meniatkan tuk dunia SEBELUM & SAAT beramal, dengan SUKA HATI, & bukan dalam DHARURAT. WaLlh A'lm.
25. Sungguh semua rangkai ricauan pagi ini lebih layak ditelunjukkan pada wajah sendiri; lebih patut diteriakkan di telinga ini.
Sungguh yang bicara ini tak pantas memberi masukan kecuali pada diri sendiri yang bodoh dalam ilmu & sering tercemar niat.
27. Andai ada manfaat bagi Shalih(in+at); sungguh itu diharapnya di sisi Allah; sebab 'amalnya sendiri jauh dari sempurna & suci.
28. Ada yang bertanya; "Jadi tak bolehkah berdoa tuk hajat dunia?" Tentu kita diperintahkan memohon semua hal baik pada Allah.
29. Allah memuji hambaNya yang memohon kebaikan bagi dunia & akhiratnya, disertai lindugan dari neraka (QS 2: 201).
30. Pun demikian Musa KalimuLlah, dalam lapar setelah kelananya; beliau mohon kurnia dari sisi Allah dengan mengiba (QS 28: 24).
31. Tapi hasanah & kurnia; tak selalu berwujud apa yang kita sangka. Meski Musa lapar; ia tak khusus berdoa minta makanan. Maka..
32. ..doanya yang umum itu berjawab bukan hanya makanan; tapi bahkan perlindungan, bimbingan Syu'aib, pekerjaan, & ISTRI!
33. Allah Maha Tahu & Maha Pemurah. Jangan batasi kurniaNya dengan meminta benda-benda. Mintalah hasanah yang membaikkan hidup.
34. Dalam Al Hikam, Ibn 'Athaillah As Sakandari mengisahkan doa yang diijabah Allah; tetapi sang pendoa justru tak siap akannya.
35. Seorang ahli 'ibadah mohon pada Allah agar tiap hari dikaruniai 2 potong roti tanpa harus bekerja; sehingga dengannya, dia.. 1 day ago via Twitter for
36. ..dapat dengan tekun beribadah padaNya. Dalam angannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga.
37. Maka Allah pun mengabulkannya. Dengan cara yang tak terduga. Tiba-tiba dia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya dipenjara
38. Allah takdirkan bahwa di penjara dia diransum 2 roti; 1 di pagi, 1 di petang. Tanpa kerja. Diapun luang & lapang beribadah.
39. Tapi apa yang dilakukan sang 'abid? Dia sibuk meratapi nestapa perasaannya. Masuk penjara begitu menyakitkan & penuh duka.
40. Dia tak sadar; masuk penjara adalah bagian dari terkabulnya doa yang dipanjatkan sepenuh hati. Nestapa menutup insyaf-nya.
41. Apa pelajaran dari kisah doa sang 'Abid ini? WaLlaahu a'lam bish shawaab. Pertama: hati-hatilah dalam berdoa & meminta.
42. Adalah boleh meminta apapun, serinci bagaimanapun, dengan ucap & bahasa terserah kita. Tapi doa yang baik tetap ada adabnya.
43. Di antara doa terbaik telah Allah ajarkan dengan firmanNya, atau tersebut dalam kisah hambaNya yang shalih dalam Al Quran.
44. Doa terbaik juga telah diajarkan oleh Sang Nabi melalui sabdanya, atau lewat yang terkisah di perjalanan hidupnya nan mulia.
45. Maka berdoa dengan apa yang telah Allah & Rasul tuntunkan ialah lebih utama, mengungguli segala lafazh doa apapun selainnya.
46. 'Ibrah selanjutnya; Allah lebih tahu dibanding kita tentang apa yang terbaik tuk kita. Mari minta yang terbaik dariNya.
47. Setiap pengabulan doa diikuti konsekuensinya. Maka jika kita meminta yang terbaik, moga Allah bimbing jua tuk menghadapinya.
48. Karena pengabulan doa diikuti konsekuensi; meminta 'hasil' biasanya lahirkan kebuntuan; memohon 'sarana' membuka jalan baru.
49. Memohon kurnia tuk jiwa; iman, kesabaran berlipat, kemampuan bersyukur & semacamnya; lebih indah daripada meminta benda-benda.
50. Kitapun ingat; sebab Allah Maha Tahu; doa bukanlah cara memberitahuNya apa yang kita butuhkan. Doa itu bincang mesra padaNya.
51. Maka teruslah berbincang mesra; hingga bukan hanya isi doa; tapi berdoa itu sendiri yang menjadi kebutuhan & deru jiwa kita.
52. Selamat berdoa Shalih(in+at), dengan sebaik-baik adab, seindah-indah pinta, semesra-mesra suasana, setunduk-tunduk jiwa:)
53. Setambah kecil; pelajaran dari kisah doa; seringkali banyak pinta kita telah dikabulNya, tapi kita terhijab tak menyadarinya.
54. Hijab itu mungkin tersebab; prasangka buruk pada Allah, kurangnya syukur, & ketidaktepatan doa yang lahirkan ketaksiapan..
55. ..menerima paket paripurna pengabulanNya ketika Allah memperkenankan. Semoga Allah bimbing kita senantiasa dalam berdoa;)
2. Teringat kita ungkapan Ibn Mas'ud; "Betapa banyak hal yang kalian anggap biasa, tapi dahulu kami takut ia adalah pembinasa."
3. Kalimat itu beliau katakan di masa beliau hidup, pada para sahabat & tabi'in; zaman yang masih merupakan sebaik-sebaik kurun.
4. Duh, terbayang apa tanggapan Ibn Mas'ud melihat perilaku kita hari ini; menjadikan ibadah sebagai permainan dengan Allah?
5. Pedih pun menelusur rujukan; tak ditemukan bahasan TATA CARA "shalawat 1000 kali" tuk TUJUAN dapat "kuda poni & pedang hindi."
6. Terkhawatir pembinasa; ia jatuh dalam 2 perkara yang tertolak & berdosa; a)bid'ah tak tertuntunkan & b)niat yang tak liLlah.
7. Teringat Ibn Mas'ud lagi; beliau dapati sekelompok di Masjid Kufah berdzikir dengan Imam yang memberi amar; sekian kali..
8. ..Lalu ucapkan ini, sekian kali!" Dengan tubuh menggigil & suara bergetar, beliau berkata, "Sungguh lebih manfaat bagi kalian..
9. ..menghitung dosa-dosa! 'Amal macam apakah ini yang tidak kukenal dari kekasihku Muhammad SAW & sahabat-sahabatnya?"
10. Kita mengenang Ibn Mas'ud lagi atas kalimat indah, "Bercukup dengan sunnah, lebih selamat daripada berpayah dengan bid'ah."
11. Sebab ada kaidah:الاصل في العبادة بطلان حتي تقوم الدليل تدل علي الامرHukum asal segala ibadah adalah terlarang; hingga..
12. ...tegak dalil yang menunjukkan bahwa ia diperintahkan." SubhanaLlah; sedih sekali mendengar, "Mau dalil apa hutang lunas?"
13. Duh kekasih Allah, Nabi mulia, teladan cinta; alangkah malu kami padamu, yang ketika wafat tergadai baju perangmu..
14. ..apakah kami mengira doamu tak mustajab, 'amalmu tertolak, & dirimu hina; hingga hutangmu belum terlunaskan? SubhanaLlah.
15. Alangkah kecil dunia; malu para mulia itu memintanya kepada Allah; sebab doa dunia mengancam bagian akhiratnya. (QS 2: 200)
16. Adalah Thawus ibn Kaisan Al Yamani di Masjidil Haram; setelah nasehat indahnya untuk Khalifah Hisyam ibn 'Abdul Malik..
17. ..ditanya oleh Hisyam; "Wahai Syaikh, sampaikan hajatmu agar aku memenuhinya sebagai penghormatan padamu!" Thawus menyahut..
18. "Hajat dunia, atau hajat akhirat wahai Amir?" Jawab Hisyam, "Tentu saja dunia." "Ah", ujar Thawus, "Kalau hajat dunia..
19. ..pada Yang Maha Memiliki saja aku tak meminta; apa lagi pada yang cuma dititipi sepertimu! Dan ini rumahNya, aku malu."
20. "Bukankah kita diberi contoh 3 orang terjebak di gua; lalu berdoa tuk selamat (di DUNIA) dengan menyebut 'amal shalihnya?"
21. An Nawawi dalam Syarh-nya: 3 orang yang terjebak di gua itu memang memohon pertolongan Allah dengan 'amal shalihnya; TAPI..
22. a)'amal SUDAH dilakukan. b)mereka telah kerahkan upaya sampai BATAS ikhtiar & gagal. c)keadaan DHARURAT menyangkut nyawa..
23. ..d)mereka TERPAKSA; bukan suka hati menyebut 'amalnya; sebab tiada kemungkinan tuk selamat selain doa agar ditolongNya.
24. Sungguh ini berbeda dengan meniatkan tuk dunia SEBELUM & SAAT beramal, dengan SUKA HATI, & bukan dalam DHARURAT. WaLlh A'lm.
25. Sungguh semua rangkai ricauan pagi ini lebih layak ditelunjukkan pada wajah sendiri; lebih patut diteriakkan di telinga ini.
Sungguh yang bicara ini tak pantas memberi masukan kecuali pada diri sendiri yang bodoh dalam ilmu & sering tercemar niat.
27. Andai ada manfaat bagi Shalih(in+at); sungguh itu diharapnya di sisi Allah; sebab 'amalnya sendiri jauh dari sempurna & suci.
28. Ada yang bertanya; "Jadi tak bolehkah berdoa tuk hajat dunia?" Tentu kita diperintahkan memohon semua hal baik pada Allah.
29. Allah memuji hambaNya yang memohon kebaikan
30. Pun demikian Musa KalimuLlah, dalam lapar setelah kelananya; beliau mohon kurnia dari sisi Allah dengan mengiba (QS 28: 24).
31. Tapi hasanah & kurnia; tak selalu berwujud apa yang kita sangka. Meski Musa lapar; ia tak khusus berdoa minta makanan. Maka..
32. ..doanya yang umum itu berjawab bukan hanya makanan; tapi bahkan perlindungan, bimbingan Syu'aib, pekerjaan, & ISTRI!
33. Allah Maha Tahu & Maha Pemurah. Jangan batasi kurniaNya dengan meminta benda-benda. Mintalah hasanah yang membaikkan hidup.
34. Dalam Al Hikam, Ibn 'Athaillah As Sakandari mengisahkan doa yang diijabah Allah; tetapi sang pendoa justru tak siap akannya.
35. Seorang ahli 'ibadah mohon pada Allah agar tiap hari dikaruniai 2 potong roti tanpa harus bekerja; sehingga dengannya, dia.. 1 day ago via Twitter for
36. ..dapat dengan tekun beribadah padaNya. Dalam angannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga.
37. Maka Allah pun mengabulkannya. Dengan cara yang tak terduga. Tiba-tiba dia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya dipenjara
38. Allah takdirkan bahwa di penjara dia diransum 2 roti; 1 di pagi, 1 di petang. Tanpa kerja. Diapun luang & lapang beribadah.
39. Tapi apa yang dilakukan sang 'abid? Dia sibuk meratapi nestapa perasaannya. Masuk penjara begitu menyakitkan & penuh duka.
40. Dia tak sadar; masuk penjara adalah bagian dari terkabulnya doa yang dipanjatkan sepenuh hati. Nestapa menutup insyaf-nya.
41. Apa pelajaran dari kisah doa sang 'Abid ini? WaLlaahu a'lam bish shawaab. Pertama: hati-hatilah dalam berdoa & meminta.
42. Adalah boleh meminta apapun, serinci bagaimanapun, dengan ucap & bahasa terserah kita. Tapi doa yang baik tetap ada adabnya.
43. Di antara doa terbaik telah Allah ajarkan dengan firmanNya, atau tersebut dalam kisah hambaNya yang shalih dalam Al Quran.
44. Doa terbaik juga telah diajarkan oleh Sang Nabi melalui sabdanya, atau lewat yang terkisah di perjalanan hidupnya nan mulia.
45. Maka berdoa dengan apa yang telah Allah & Rasul tuntunkan ialah lebih utama, mengungguli segala lafazh doa apapun selainnya.
46. 'Ibrah selanjutnya; Allah lebih tahu dibanding kita tentang apa yang terbaik tuk kita. Mari minta yang terbaik dariNya.
47. Setiap pengabulan doa diikuti konsekuensinya. Maka jika kita meminta yang terbaik, moga Allah bimbing jua tuk menghadapinya.
48. Karena pengabulan doa diikuti konsekuensi; meminta 'hasil' biasanya lahirkan kebuntuan; memohon 'sarana' membuka jalan baru.
49. Memohon kurnia tuk jiwa; iman, kesabaran berlipat, kemampuan bersyukur & semacamnya; lebih indah daripada meminta benda-benda.
50. Kitapun ingat; sebab Allah Maha Tahu; doa bukanlah cara memberitahuNya apa yang kita butuhkan. Doa itu bincang mesra padaNya.
51. Maka teruslah berbincang mesra; hingga bukan hanya isi doa; tapi berdoa itu sendiri yang menjadi kebutuhan & deru jiwa kita.
52. Selamat berdoa Shalih(in+at), dengan sebaik-baik adab, seindah-indah pinta, semesra-mesra suasana, setunduk-tunduk jiwa:)
53. Setambah kecil; pelajaran dari kisah doa; seringkali banyak pinta kita telah dikabulNya, tapi kita terhijab tak menyadarinya.
54. Hijab itu mungkin tersebab; prasangka buruk pada Allah, kurangnya syukur, & ketidaktepatan doa yang lahirkan ketaksiapan..
55. ..menerima paket paripurna pengabulanNya ketika Allah memperkenankan. Semoga Allah bimbing kita senantiasa dalam berdoa;)
Jumat, 23 Desember 2011
rayuan ala penegak syariat islam
x:aku mau ngelaporin kamu ke polisi syariah supaya tanganmu dipotong.
y:lho, jangan dong..kenapa emangnya?
x:soalnya kamu telah mencuri hatiku
#rayuan ala penegak syariat islam.
y:lho, jangan dong..kenapa emangnya?
x:soalnya kamu telah mencuri hatiku
#rayuan ala penegak syariat islam.
Minggu, 20 November 2011
Minggu, 09 Oktober 2011
Puisi: Gatal yang Indah

cih...dia sungguh mengganggu
kenapa dia tak pergi saja dan ganggu orang lain
kenapa mesti akukenapa mesti kami
kenapa dia tak pergi saja dan ganggu orang lain
kenapa mesti akukenapa mesti kami
kami menyingkirkannya
lalu mencampakannya biar tak mengganggu
gatalnya itu lho..
aku ingin mandi
padahal mungkin dia tak sehina itu
sampai aku ingin bersihin badan
tapi ada orang sinting yang biarkan dia mengganggu
gangguan dia malah ditanggepin dengan senyuman
gatel kok disenyumin
dasar gila
senyam-senyum sendiri
sendiri karena si biang gatal itu aku anggap tak ada
celaka di atas celaka
aku buta sebuta babi yang membabibuta
gatalnya itu sesaat
tapi waktu sudah jadi kupu-kupu
merona aku menatapnya
lebih indah dari caraku melaju
lebih berwarna dari seuntai pelangi
coba dulu tak kucampakkannya
mungkin kini aku sudah dibawa terbang olehnya
aku tak sabar mnghadapi ulat bulu
padahal nantinya juga jadi kupu-kupu
seperti Umar yang dulunya ulat bulu
karena tak diganggu masa tumbuhnya
kelak dia jadi kupu-kupuyang menajamkan pedang Islam
kalau saja aku mau sabar
dan tak semena menilai
lalu mencampakannya biar tak mengganggu
gatalnya itu lho..
aku ingin mandi
padahal mungkin dia tak sehina itu
sampai aku ingin bersihin badan
tapi ada orang sinting yang biarkan dia mengganggu
gangguan dia malah ditanggepin dengan senyuman
gatel kok disenyumin
dasar gila
senyam-senyum sendiri
sendiri karena si biang gatal itu aku anggap tak ada
celaka di atas celaka
aku buta sebuta babi yang membabibuta
gatalnya itu sesaat
tapi waktu sudah jadi kupu-kupu
merona aku menatapnya
lebih indah dari caraku melaju
lebih berwarna dari seuntai pelangi
coba dulu tak kucampakkannya
mungkin kini aku sudah dibawa terbang olehnya
aku tak sabar mnghadapi ulat bulu
padahal nantinya juga jadi kupu-kupu
seperti Umar yang dulunya ulat bulu
karena tak diganggu masa tumbuhnya
kelak dia jadi kupu-kupuyang menajamkan pedang Islam
kalau saja aku mau sabar
dan tak semena menilai
Sabtu, 03 September 2011
Saat Tobat dijawab Mimpi
Saya menuliskan ini dengan harapan banyak yang akan tersinspirasi, atau setidaknya tulisan dan kisah saya ini tersimpan abadi di jagad internet. Semoga Allah menjaga saya dari ujub dan hangus leburnya amal karena riya.
Alkisah saya baru saja melakukan salah satu dosa yang cukup fatal. Tak perlu disebutlah apa itu dosanya. Allah sudah berbaik hati menyembunyikan aib tersebut untuk saya. 4 september 2011. Saya meraung sedih, takut akan laknat Allah untuk saya akan terhujam tak terperi. Bayangan hari-hari sial terbayang di mata atas kutukan dosa yang saya perbuat. Skripsi terbengkalai, ibadah muram, akhlak kacau. Saya benar-benar terjun ke titik terendah lalu berkubang dalam lumpur keputusasaan.
Saya berbaring, dengan tangis tak berair mata, saya beristigfar dengan takut dan nyaris putus asa. Lalu saya tertidur Lalu saya bermimpi.
Di mimpi tersebut, ada banyak kisah. Salah satu kisah yang paling kuat adalah saya sedang berada di suatu komplek pertokoan. Pertokoan tersebut bukan pertokoan biasa. Pertokoan tersebut seperti habis hancur lebur dicumbu oleh bom dan peperangan. Saya di sana tak sendiri, saya berkerumun dengan banyak orang, dan satu orang berbicara di tengah kerumuman tersebut. Saya sadar, ini sedang di suatu acara orasi untuk para pejuang dakwah.
Pembicara berbicara datar, saya lupa apa isinya, namun kesimpulan pembicaraan tersebut adalah, dunia sedang amburadul dengan ideology dan filsafat yang berkembang saat ini. Maka mari tidak berhenti hadirkan islam di tiap sudut dan lekuk planet bumi kemudian arsiteki dunia yang teratur dan sejahtera. Semua orang pun bertakbir. Saya tak bisa menahan gejolak di dada, dan dalam mimpi saya bertakbir dengan suara kecil, campur antara semangat, haru, marah dan sebagainya.
Juga sedikit diulas tentang kerancuan agama lain yang dogmatik dan dekstruktif. Lalu hujan, penonton bubar, namun suara tetap dikumandangkan lewat sound system di komplek pertokoan tersebut. Saya berjalan, bertemu dengan pembicaranya. Ia bagaikan berbicara ke saya tentang bagaimana cara membaca buku dan penyikapan tentang lagu di masyarakat. Saya pergi, bertemu teman-teman satu kelompok mentoring dengan saya dan sinar matahari tiba-tiba masuk ke mata.
Bangun pagi kali ini sungguh tak biasa. Biasa nya saya bangun dengan malas, namun kali ini saya bangun dengan semangat membuncah untuk berkarya. Terima kasih ya Allah. Atas istigfarku, aku seperti mendapat jawaban. Teruslah berjuang, teruslah belajar, teruslah mendengar lagu yang baik bagi kesehatan ruhani, teruslah bersama temna-temanmu dalam ruh iman, karena kamu punya tugas penting : pada dunia ini, “make a better place for you and for me”.
“Kami datang untuk membebaskan manusia dari penyembahan sesama manusia ke penyembahan kepada Allah; dari kesempitan dunia ke keluasannya; dan dari kezaliman agama-agama ke keadilan Islam.”
Alkisah saya baru saja melakukan salah satu dosa yang cukup fatal. Tak perlu disebutlah apa itu dosanya. Allah sudah berbaik hati menyembunyikan aib tersebut untuk saya. 4 september 2011. Saya meraung sedih, takut akan laknat Allah untuk saya akan terhujam tak terperi. Bayangan hari-hari sial terbayang di mata atas kutukan dosa yang saya perbuat. Skripsi terbengkalai, ibadah muram, akhlak kacau. Saya benar-benar terjun ke titik terendah lalu berkubang dalam lumpur keputusasaan.
Saya berbaring, dengan tangis tak berair mata, saya beristigfar dengan takut dan nyaris putus asa. Lalu saya tertidur Lalu saya bermimpi.
Di mimpi tersebut, ada banyak kisah. Salah satu kisah yang paling kuat adalah saya sedang berada di suatu komplek pertokoan. Pertokoan tersebut bukan pertokoan biasa. Pertokoan tersebut seperti habis hancur lebur dicumbu oleh bom dan peperangan. Saya di sana tak sendiri, saya berkerumun dengan banyak orang, dan satu orang berbicara di tengah kerumuman tersebut. Saya sadar, ini sedang di suatu acara orasi untuk para pejuang dakwah.
Pembicara berbicara datar, saya lupa apa isinya, namun kesimpulan pembicaraan tersebut adalah, dunia sedang amburadul dengan ideology dan filsafat yang berkembang saat ini. Maka mari tidak berhenti hadirkan islam di tiap sudut dan lekuk planet bumi kemudian arsiteki dunia yang teratur dan sejahtera. Semua orang pun bertakbir. Saya tak bisa menahan gejolak di dada, dan dalam mimpi saya bertakbir dengan suara kecil, campur antara semangat, haru, marah dan sebagainya.
Juga sedikit diulas tentang kerancuan agama lain yang dogmatik dan dekstruktif. Lalu hujan, penonton bubar, namun suara tetap dikumandangkan lewat sound system di komplek pertokoan tersebut. Saya berjalan, bertemu dengan pembicaranya. Ia bagaikan berbicara ke saya tentang bagaimana cara membaca buku dan penyikapan tentang lagu di masyarakat. Saya pergi, bertemu teman-teman satu kelompok mentoring dengan saya dan sinar matahari tiba-tiba masuk ke mata.
Bangun pagi kali ini sungguh tak biasa. Biasa nya saya bangun dengan malas, namun kali ini saya bangun dengan semangat membuncah untuk berkarya. Terima kasih ya Allah. Atas istigfarku, aku seperti mendapat jawaban. Teruslah berjuang, teruslah belajar, teruslah mendengar lagu yang baik bagi kesehatan ruhani, teruslah bersama temna-temanmu dalam ruh iman, karena kamu punya tugas penting : pada dunia ini, “make a better place for you and for me”.
“Kami datang untuk membebaskan manusia dari penyembahan sesama manusia ke penyembahan kepada Allah; dari kesempitan dunia ke keluasannya; dan dari kezaliman agama-agama ke keadilan Islam.”
Langgan:
Entri (Atom)