Selasa, 01 Maret 2016

Sejak kapan kelas kita bukan Inspirasi

Kemarin saya terlibat dalam sebuah event yang digerakkan Yayasan Indonesai mengajar, yaitu “kelas Inspirasi”.  Sebagai informasi, kelas Inspirasi adalah sebuah program yang mengajak para professional untuk cuti sehari dan bertemu dengan adik adik SD di sekolah menceritakan profesinya. Tujuannya agar adik adik SD memiliki cita-cita yang tinggi.

Ketika hadir di kelas, sungguh terasa luar biasa antusiasme dari siswa kelas 1,2,hingga 6. Saat di luar kelas, kami ditanyai, “Kakak nanti datang ke kelas ga?” Mereka seperti ingin diajar oleh kami para relawan. Ketika di kelas pun mereka mengikuti dengan semangat. Karena sejak awal sudah didorong bahwa ini adalah isnpirasi, kami para relawan menyiapkan agenda di kelas dengan sungguh sungguh. Kami menciptakan peraga, membuat permainan menarik, menyiapkan cerita gambar dan kisah untuk dibagikan ke siswa SD. Waktu di kelas yang 30 menit sungguh tak terasa habis begitu saja. Pengajarnya menikmati, siswanya antusias, dan ditutup dengan ceria dan bersaahabat. Bahkan setelah acara, para siswa terus mengontak relawan dan mengajaknya untuk bergabung dalam salah satu grup line.

Saya sebagai dosen merenung cukup lama. Mengapa keadaan ini tidak terjadi di kelas-kelas kuliah. Mengapa ruang kuliah tidak lagi jadi inspirasi. Mengapa kelas yang saya ajar dipenuhi mahasiswa yang mengantuk dan bosan serta tidak antusias, dan ingin segera pulang. Sejak kapan kelas yang saya ajar bukan lagi inspirasi. Sejak kapan belajar itu jadi seperti horror dan membuat hidup orang tertekan. Dan mungkin juga pertanyaan yang sama. Sejak kapan kelas di sekolah bukan inspirasi, sampai perlu dibuat “kelas Inspirasi” secara khusus.

Mudah-mudahan, Ini sebuah hentakan yang berbuah perbaikan. Bahwa, kita, para pengajar, guru dosen dan lain-lain, harus mampu mengembalikan ruang kelas, menjadi ruang bagi inspirasi, menjadi Kelas Inspirasi. Yang dipenuhi antusiasime, pertumbuhan, perkembangan, kebahagiaan, dan kemajuan.


Caranya bagaimana? Bisa dengan cara sebelum mengajar, membayangkan, apakah hal yang saya sampaikan ini akan jadi inspirasi bagi peserta ajar kita. Akankah ada efek wow? Akankah muncul perasaan positif dari materi yang saya ajar ini?

Jumat, 15 Mei 2015

Especially For You

Fathrehood Forum 5

Menurut hitungan sederhana. Seseorang ahli dalam satu bidang, setelah 10 ribu jam terbang. Kalau 5 tahun dalam sehari 8 jam tidur 16 jam. Maka dalam 4 ttahun sudah 10.000 jam terbang. Harusnya dalam 5 tahun sudah ahli rumah tangga, dan ahli anak anak.
Ada yang keliru dalam proses kita. Selama ini ngapain saja saya. Apakah sudah menjalani proses sebagai ayah dan proses sebagai ibu. Maka itu tidak perlu dijawab pada siapapun. Itu catatan pribadi kita. Ga usah sharing pada tetangga. Sudah 6 tahun. Perhatikan baik baik kalua sudah sekian lama dan tidak ahli di bidang itu.
Ini bukan proses penelitian. Maka tidak akan mengeneralisir yang akan berlaku untuk semua. Ini bukan formula. Ini adalah sebuah proses berkegiatan bersama ayah istri dan anak. Apabila menurut anda ini cocok, silahkan diambil. Tapi kalau ternyata tidak, lepaskan saja dan jangan menggugat kami, kami akan pertanggung jawaban sendiri. Dalam forum ini kita tidak berbantah bantahan. Dalam forum ini kita berbagi. Kita berbagi bersama di forum ini.
Bagi yan sudah punya banyak catatan. Ini gejolak dalam rumah tangga.
Tidak usah merasa sudah berpendapat. Tidak ada yang merasa harus di sini. Anda yang mesti memetakan bagian mana yang cocok dengan diri anda. Dan cocok dengan misi hidup anda. Itu akan kita bagikan bersama untuk saat ini.
Bagi yang punya catatan dan belum dapat kesempatan hari ini, bicarakan melalui media lainnya. Forum bisa cair. Tidak harus dalam tempat yang sama. Akan banyak aktivitas lainnya. Akan berbagi my home my team my team. Tanah Perdikan Margosari.
Septi istri saya. Dulu saya kenal tahun 1989 temukan di pojok pasar, kotor sekali. Rawat, perempuan yang rahimnya baik. Siapapun suaminya tidak penting. Karena siapapun yang lahir darinya akan jadi orang hebat. Maka saya titipkan sebagian dari diri saya. Alhamdulillaah dia menerima

PRESENTASI BU SEPTI
Deg deg an hari ini. Karena pertama kalinya kami sepanggung. Dulu 1995 trainer ulung. Sampai 2003. Kalau jemput. Saya istrinya pak dodi. Silahkan masuk tanpa tiket trainingnya beliau. Sambil rempong karena jarak kelahiran dekat. Ketika bersama dengan anak anak. Saya ingin jadi perempuan di belakang training pak dodi. Akhirnya tahun 2003. Pak dodi  merasa belum berhasil kalau hanya suami berhasil, saya harus didik anak dan istri agar berhasil. Lalu melatih bu septi. Pagi dikasih makalah, malam suruh presentasi. Sampai nangis. Karena dulu kuliah ga gini banget. Belajarnya seperti ini. Sampai 2008 pak dodi ikhlas dipanggil pak septi. Jadi kalau mengantar. Sambil remong gendong anak.  Saya pak septi..oh silahkan masuk. Banyak suami tidak tega, dipanggil sebagai pak septi. Tapi beliau sangat bangga
Ketika sudah mulai menanjak, pak dodi bilang, turun. Didik anak. Maka 2008 ke atas, hilang. Lebih dikenal sebagai bapak ibunya anak anak. Ketika bersama. Ketika ga rempong banget. Kami ingin satu panggung berlima. Kami support system ke anak anak. Mengantarkan mereka jadi seseorang insan kamil. Manusia seutuhnya. Kami tidak tahu proses ini bertahapnya akan seperti apa. Proses seblumnya.
Fine Tuning. Apa yang tement emen lihat dari slide di depan? Yang kanan pasar. Sebelah kiri tim. Apa persamaan? Banyak orang. Ada kumpulan orang di pasar dan di lapangan bola. Di pasar
Pasar: Kerumuman
Lapangan: Sebuah tim
Kumulan orang
Kumpulan orang
Punya tujuan sendiri sendiri
Tujuan bersama
Tata nilai sendiri sendiri
Tata nilai bersama
Bergerak sendiri sendiri
Gerak terkoordinasi
Bersuara, satu tempat bersaura masing masing
Saling berkomunikasi (yang satu berbicara, yang satu mendengarkan) yang satu marah, yang satu turun. Kalau ke anak anak turunkan level ke anak anak.
AKU
KITA

Ketika mereka mulai asik lempar lempar. Jarak 15 bulan mereka kompak pemegang huru hara. Maka ketika saya memahami, saya berkomunikasi gaya anak anak. Saya ingin marah. Maka saya ikut lempar lempar mainannya. Ketika ikut lempar mainan, enes dan ara bertanya, ibu ngapain. Ternyata asik ya main-main ini. Main sebagai semut, beresin gula mainan. Saya berkomunikasi.
Kalau sekedar bersuara. Maka teriak teriak. Tambah cape.
Pertanyaannya keluarga kita lebih mirip mana? Kerumunan atau tim?
SLIDE:APAKAH ANDA MENIKAHI ORANG HEBAT?
Dulu mungkin menikahi seorang aktivis mahasiswa , keren banget. Pak Dodi dulu ketika datang aktivis banget, celana robek robek, rambut panjang. Jaket berdiri. Baju ga pernah baju baru. Baju sponsor aktivitas mahasiswa. Sahabatnya adalah akademi militer. Datang pakai seragam lengkap, yang satu sendal jepit hitam. Bu Septi anak tentara. Seluruh komplek itu sadar. Dikira menikah dneagn saudara. Ternyata menikah dengan pramuka. Stau pertanyaan, saya ingin anak kita diasuh oleh ibunya.
Waktu lamaran:
1.       Ganteng
2.       Punya prinsip
Mau dituker juga ga bisa kali ini. Sesama aktivis organisasi, perencana ulung sebuah kegiatan. Ketika kumpul jadi satu rumah, kami bukan siapa siapa. Kami hanya orang berkerumun. Semua anak terlahir hebat. Allah tidak pernah membuat produk gagal. Tugas kita adalah memantaskan diri. Agar layak mendapat amanah anak anak yang hebat. Perlakukan mereka seperti persangkaanmu. Orang hebat tidak layak mendapat kualiats nomor sekian. Orang hebat tidak layak mendapat waktu sisa kita. Orang hebat itu tidak layak bertemu dengan orang tidak hebat.. perlakukan sesuai prasngkaanmu
SLIDE:IBU ADALAH PENDIDIK PERTAMA DAN UTAMA
Ada
1.       Talents: diabwa sejak lahir, menemukan bersama anak anak
2.       Attitudes: sikap. Diteladankan oleh kita
3.       Skills: keterampilan harus dilatihkan
4.       Knowledge: sesuatu yang harus diajarkan, ketika kita ingin anak hebat. Penuhi ini
Apakah sanggup jadi orang tua yang tidak pernah lelah menmeukan talent: Tour the talent. Isinya adalah main saja. Memperlihatkan peran manusia di muka bumi.
Umur 7-10 anak mulai coba satu persatu, boleh gonta ganti.
Umur 10-14 memilih dan selesai
Umur 14
sudah menemukan dirinya sebagai akil baligh. Harus ada waktu menemukan bergonta ganti. Setelah lulus baru mencari. Karena saat dulu belum ada kesempatan untuk mencari cari. Pilihkan lingkungan untuk tumbuh kembang. Kalau seperti pohon jati, harus lahir di tanah tandus. Kalau melihat tanahnya gembur, maka pindahkan. Prinsip kami di rumah. Bukan menanamkan virus, tapi menyebarkan benih sehingga tumbuh sesuai ..proses adalah hak kita. Hasil adalah hak Allah
SUAMI:
1.       Do The Right Things
ISTRI:
1.       Taat: tidak perlu protes macam macam
2.       Do The Things Right

Balancing
1.       Perempuan: dicontoh anak perempuan
2.       Istri: anak perempuan akan jadi istri
3.       Ibu: ada anak laki-laki yang ingin muliakan ibunya (didoktrin, kamu milik ibu selamanya, kalau perempuan, nanti kamu milik suami semuanya)
Suami: kamu boleh keliling ke mana pun, asalkan anak harus bersama denganmu di umur umur awal.
Cari istri yang taat padamu, maka kamu punya 4 orang tua yang harus kamu muliakan. “Nanti ibu itu aku yang rawat, kalau ibu ga nurut, aku yang susah nanti”
Ibunya bu septi: itu pilihanmu,tapi taat pada suami. Kalau kamu taat pada suami, kamu akan bukakan pintu surga buat ibu (sebenarnya ibunya bu septi gagal mendapatkan mantu akmil, dan malah mantu pramuka, dan membuat bu septi lepas PNS)
Make Your Own 7 to 7
Biasanya ibu pakai daster dari pagi sampai malam, bau ga enak. Tapi saya pakai baju seperti pergi ke kantor. Rapi.  Saya naikkan level saya jadi manajer keuangan keluarga. Daster hanya jemput anak sekolah. Naikkan jadi manajer pendidikan anak. Tugas do the things right. Ini saya, gunakan gaya sendiri.
Sudah pakai rapi. Kamu mau ke mana? Tahan ga kamu? Jam 10 ke atas, nyuci dan jemur pakai baju rapi. Baru malam baru mau pakai daster, kayak mau buka puasa. Paling enak itu daster. Kalau gagal hari ke 30 maka mulai lagi dari hari pertama. Biasakan 90 hari. Saya tentukan prioritas. Saya bukan super woman. Pilih mana. Anak kualitas pendidikan nomor satu atau makanan fresh setiap saat. Kalau mau makanan fresh setiap saat izinkan pendidikan anak tercecer. Pak dodi memilih pendidikan anak nomor satu, tapi kalau aku pulang rumah rapi ya. Pas jam 7 malam, rumah rapi.
Belajar masak 5 menitan. Fresh. Sedang belajar gimana rumah rapi terus. D
PENYEMANGAT
Dalam kesulitan ada kemudahan. Ketika situasi sangat sulit. Yakinlah bahwa rahmat Allah sudah sangat dekat. Ketika terengah engah bertahan dan lanjutkan. Bagaikan orang naik sepeda atas gunung, maka kamu menuju posisi puncak. Tapi kalau berjalan terlalu mudah. Kok sampai di tujuan. Maka itu adalah jalanan turun, maka waspadalah. Maka selalu melatih. High energy ending. Berhenti di saat puncak. Kalau sudah puncak, serahkan manajemen, lalu naik gunung yang lebih tinggi. Selama misi masih ada, Allah tidak akan tutup kontrak kami di bumi ini.
Analogi menanam jati? Kalau kita yakin anak kita kuat. Combat. Maka ditanam di tantangan. Ara berjalan dengan lembut. Di singapore. Enes mencoba sana sini. Ara  tinggal ikut.
Pilihkan. Bagian ini adalah bagian pilihan. Diberi hak oleh Allah untuk pilihkan. Bilang rezeki di jakarta, itu menghina yang Maha Kuasa. Seakan kalau di luar akan rezeki.

Pindah dari jakarta ke Bandung. Di jakarta.
Di salatiga. Main di halaman, disuruh masuk. Siapa di sana? Anak siapa? Sini ikut makan. Ya makan kan gratis. Semua orang baik kecuali jahat
Ada orang jatuh tersungkur. Tolong
Gimana bisa tahu itu jati jabon atau sengon. Jadilah tukang kayu yang baik. Jadilah bapak yang baik.
Kalau menemukan bakat, kita sama sama ga ngerti. Maka caranya mengajak anak sesering mungkin mencari wawasan. Kalau ditanya tidak hanya jawabnya menjadi dokter, tentara dan sekitarnya. Kayaknya keren adalah orang yang di bidang itu saja. Umur tersebut, akan kaya akan wawasan. Umur 7-14 kaya gagasan. Dia bahagia, bukan urusan materi. Dia bahagia. Anak-anak bertanya. 2-7 tahun. Kita berusaha menjawab. 7-14 tahun mereka bertanya. Mengapa? Mengapa tidak? Dan bagaimana jika? Dan kaya akan gagasan. 14 ke atas kaya akan aktivitas. Sampai menemukan dirinya, ini lho gue banget. Sampai anak ga perlu disuruh untuk melakukan sesuatu. Sudah ketemu passion.
Jangan sampai pisahkan bekerja dan refresh.
Pernah mengalami, pindah ke salatiga. Nebeng dengan bapak ibu pak dodi. Punya kos kosan. Dikasih satu kamar. Pasti beda gayanya. Pengalaman berbeda. Zaman sudah berbeda. Saya merasakan. Ini adalah wilayah kita. Ada presidennya ada ibu negara. Wilayah di luar kamar ini masuk ke negara lain. Yang ada presiden dan ibu negara lain. Kasih mainan paspor pasoran. Nanti ada beda aturan. Ada diskusi antara ibu negara. Orang tua diberi peran kecil. Jangan sampai lepaskan. Kesalahan adalah memasrahkan anak kita ke neneknya. Lalu dimarahin . sudah bagus mau nunggu, jangan dimarahin. Harus memisahkan diri.
Kita ga ngerti bahasa bakat di sana. Temubakat.com abah rama. Free. Diberi kesempatan icip icip. Sebelum memutuskan suka buah apa, kita icip icip semua buah dulu. Boleh ganti yang lain. Maka jangan investasi besar besar. Pinjam alat saja.  Anakmu sedang senang gitar aja ya? Pinjam aja punyaku. Berkomunitaslah
Akhirnya pilih rumah berjarak 5 menit dari rumah orang tua. Agar kalau ada apa apa bisa bantu. Tapi tetap ada jarak yang jelas. Kalau serumah rawan durhaka. Kalau masa tumbuh kembang begitu. Kalau sudah gede gede beda rumusnya.

Apa bisa bangun sendiri lingkungan tumbuh kembang anak? Tergantung masing masing. Ketika bikin tanah pendidikan. Dibangun dan
Misal bubur beras mereh, bubur putih. Pilih yang mana. Silahkan pilih. Kadang pakai isyarat. Makan sendiri. Buatkan tempat nyaman, makan sendiri. Udal adul gapapa.
Sekolah A, sekolah B, sekolah C dan tidak sekolah. Silahkan pilih. Di Quran hanya pilihan iqro dan tholabul ilmi. Enes ara pernah sekolah lalu tidak. Lulus SD ingin organisasi.
Kalau anaknya ga mau homeschoolingjangan dipaksa home schooling.
Tahapan bu isti mirip 2003 ke atas. Harus disiplin waktu.agar meski ngisi seminar ga keteteran. Tidak boleh ditinggal saat umur 12 ke bawah. Anakmu bisa lebih baik apa kalau kamu pergi keliling menjadi pembicara di mana mana. Fasih dengan dunia kita. Dunia kita tidak boleh lepas dari dunia anak anak. Tidak boleh campur adukkan.
Taat itu sudah secara normatif. Ketentuan suruhan dari Allah. Manusia itu punya dua dorongan. Mencari apa yang disukasi dan menghindari yang akan sakiti. Bunda taat akan senang.?kita kelola. Kalau ga taat ga akan menyenangkan. Silahkan pikirkan,. Apayang kamu suka dan apa yang kamu tidak suka.
Tidak bisa memaafkan kalau kalau lemah. Ga bisa ikhlas kalau dalam posisi lemah. Maka tinggikan diri dulu. Disenggol preman? Memaafkan? Itu sih lemah
Ibu professional, mau di domestik atau di pabrik. Dua duanya harus kuat. Double gardan. Jangan sampai domestik hanya dapat sisa. Bilang 15 menit akan main dengan anak anak. Jangan bilang “ ibu kan capek” ..sanggup tidak ada dua stage. Kalau tidak, pilih salah satu.
Murid siap, guru datang. Ketika ayah ibu ga siap, maka mentor akan datang, guru berikutnya.

Abah rama cerita tentang enes ara elan

SEMAI 2045.

Peserta hampir 300 orang.
Video semai.
1.       Kejahatan seksual SD 14 provinsi pelaku termuda 6 tahun
2.       92% ...
www.semai 2045.org.
14 juni 2014 terbentuk.. Bu Elly Risman, Psi.
Konsep
1.       Knowledge pool

PRESENTASI PUTRI BU SEPTI=ARA

Iman itu hitam putih. Benar salah. Perkara abu abu diajarkan nanti saat sudah mengerti kehidupan. Jujur itu baik.
Adab itu berbeda beda.di Indonesia dan di luar berbeda. Dimulai sejak kecil. Ketika sudah bisa diajak berkomunikasi. Diajak berkomunikasi untuk mengenal adab.
Sudah ada uang saku 1 minggu satu kali. Harus presentasi di setiap hal yang diinginkan. Minggu pertama beli apa, minggu selanjutnya beli apa. Berapa tabungan yang harus dimiliki.
Perempuan harus tangguh dan pemberani. Ayah mengajarkan. Ingatkan ingatkan ingatkan lalu pukul.
Bela diri sudah dibekali. Hal prinsip seperti iman dan kehoramatan sudah dibekali. Mereka siap dilepas ke manapun.
Mandiri dengan cara belajar berjualan. Makan makan sendiri. Ketika elan lahir. Ikut urus elan. Bikin makanan lalu jualan.
Juga diajari ekspansi bisnis. Kumpulin temen. Minta mereka jualan.
Kebebasan untuk bereksplorasi. Tidak ada yang tidak boleh. Bukan diamrahi bila pecah gelas. Ambil kain basah ambil serpihan. Pakai sendal jangan lupa. Gimana caranya supaya gelas ga pecah? Diajak komunikasi, edukasi, jadi temen belajar. Tidak dilarang masak sendiri.
IBUKU TELADANKU
Ibu adalah orang yang sangat tangguh. P7:pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan. Rumah kecil. Begitu masuk langsung dapur. Atap bocor. Antena harus dibenerin. Ibu ga mau mengeluh. Sangat sabar. Obrak abrik setrikaan. Ibunya malah ikut ikutan obrak abrik. Bukan sekedar perintah perintah. Tapi sahabat.
AYAHKU TELADANKU
Selalu berantem. Ga mau mengalah. Ngeyel terus sama ayah. Dulu masih tipe jarang di rumah, marah marah terus. Sosok yang ditakuti. Ketika ke salatiga. Bapak berubah. Jadi lebih mengerti. Bapak disiplin. Disiplin waktu. First impression yang kita berikan ke orang lain. Manajemen waktu jadi baik dan terencana dengan bagus. A itu A, B itu B. Bapak adalah sosok yang idola able.
SIBLING RIVALRY
Bapak ibu ga pernah membandingkan kami. Terserah lingkungan mau bilang apa. Masing masing punya kelebihan.
Talent mapping. Bertemu abah rama usia 12 dan 11. Jangan paksakan anak untuk tidak belajar yang yang tidak anak sukai.
MENJADI KAKAK
Anak sulung adalah percobaan. Ketika bisa jadi leader. Keluarga diajarkan adil.
MENGHADAPI DUNIA LUAR BERSAMA
Dari kecil punya kartu nama. Menghadapi dunia luar bersama sama.


Keasikan orang tua. Dinamika sistem. Memahami sistem dan dinamika. Ada juga feedback. Melihat mereka mempersentasikan sesuatu. Memahami pasangan. Lihat saat ia melakukan presentasi.

PRESENTASI PUTRA BU SEPTI=ELAN

AKU ANAK LAKI LAKI
Saya tidak minta dilahirkan, tapi saya lahir.. tidak minta sebagai laki laki. Laki ditakdirkan untuk jadi pemimpin. Pemimpin umat. Keluarga. Istri anak pemimpinnya adalah saya. Laki laki dididik untuk jadi pemimpin. Anak sholeh.selalu ke masjid. Suatu hari pulang sebelum yang lain pulang. Pulang sebagai imam selesai. Kurang soleh apa saya itu.
Mengambil keputusan dengan benar. Responsible. Tanggung jawab apa yang saya ambil. Kalau ambil ayam. Maka habiskan ayam. Konsisten.
To get lost is to learn the way.
1.       New knowledge
2.       New ...
ANAK ISLAM YANG ISLAMI
Sekarang yang dilihat islam dan islami dan terpisah.
TEGAS BERANI ADIL
APA YANG AKU KERJAKAN
Iqro. tholabul ilmi.
START FROM THE FINISH LINE
BELAJAR ANTRE
Pemimpin makan terakhir.
ARCHERY, SWIMMING, HORSE RIDING
 Getting lost is OK.
False celebration.duduk bersama. Diskusi masing masing apa sampaikan apa yang tidak ok untuk hari  ini?

Pernah dihukum dimasukkan ke WC
Project based learning..robo cycle. Dari sana belajar.. project ditarik ke mata pelajaran. Setelah akil baligh dilepas. Bebas ke manapun. Sudah sama sama dewasa
Jangan mencampuri keluarga lain.

Bapak ibu tidak mencampuri urusan berdua. Karena takut anak ga berkembang. Tiap anak punya ide masing masing.

Jumat, 09 Januari 2015

Pablo Neruda, 100 Love Sonnets

“I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride: I love you in this way because I do not know any other way of loving but this, in which there is no I or you, so intimate that your hand upon my chest is my hand, so intimate that when I fall asleep your eyes close.” 

“I love you as certain dark things are to be loved, in secret, between the shadow and the soul.” 

“so I wait for you like a lonely house till you will see me again and live in me.Till then my windows ache.”

Pablo Neruda100 Love Sonnets 

Kamis, 08 Mei 2014

Mendahulukan Cinta di atas Kemarahan

dapat dilihat pula di: http://tinyurl.com/mugj353

Harakah dakwah mustamirah, gerakan dawah yang berkelanjutan, tidak mengandalkan ishdarul ‘awamir, tetapi mengandalkan I’dadul ‘awamil al-harakiyah. Menggerakkan kader dengan menyediakan sarana prasarana, bukan mengeluarkan perintah-perintah. Jadi tugas kepemimpinan itu bukan memberikan perintah demi perintah. “Ini laksanakan! Tidak ada diskusi, ini instruksi, ayo jalan! Kalau tidak jalan ada ‘iqab (Hukuman).” Ini melemahkan kader. Jadinya ada yang berkomentar: “Yah, begini berjamaah ternyata, dibentak-bentak melulu. Padahal Ayah Ibu saya tidak pernah marah seperti itu. Padahal dia bukan siapa-siapa, tidak ada jasa apa-apa, marah-marah dan menyuruh-nyuruh”. Jadi dalam menggerakkan kader dakwah, harus lebih mendahulukan I’dad awamil al-harakiyah. Faktor-faktor yang menggerakkan dakwah itu adalah:… .(Hilmi Aminuddin) baca artikel lengkapnya di majalah al intima edisi no 4. Oktober-November 2013>

Barangkali pernah dalam organisasi, apapun bentuknya, kita kesal pada seseorang. Biasanya dipicu oleh kecerobohan atau kesalahan orang tersebut. Rasanya ingin sekali menasehati. Dengan berbagai alasan; karena ingin memperbaiki dia atau bahkan sekedar ingin melampiaskan amarah. Maka tak jarang keluarlah kata kasar, bentakan, bahkan teguran yang sedemikian keras. Seringkali setelah kalimat keras yang kita keluarkan meluncur, (biasanya lewat sms atau media sosial) kita lalu menyesal dan yang dibentak tidak lantas berubah. Justru berbuah permusuhan beberapa hari dan perasaan tidak enak berbulan-bulan meski sudah berdamai.

Barangkali juga, kita sering mengalami kesalahan tersebut dulu dan mungkin juga sekarang. Namun, sesegera mungkin kita perlu menyadarkan diri; kalimat keras dan membentak itu pilihan terakhir bahkan sebisa mungkin jangan dipilih. Cobalah kita kembali menengok ke belakang. Sebesar-besarnya kesalahan kawan kita, seringkali jasa mereka lebih banyak. Setidaknya hal tersebut bisa kita jadikan alasan yang membuat mereka tidak pantas kita bentak. Sebelum marah menguasai diri dan kata-kata kasar meluncur dari mulut kita, coba pikirkan, ingat, dan bayangkan saat-saat dulu mereka membersamai perjuangan kita; saat mereka menjadi penasihat di kala lupa, atau mereka menjadi bagian dari sebuah kepanitiaan bersama kita, dan saat mereka tertawa bersama kita. Bukankah semua kebaikan kawan kita itu mereka lakukan tanpa minta dibayar? Jika dipikirkan seperti itu, rasanya tidak pantas kita berbuat kasar dan keras pada siapapun dari kawan maupun organisasi yang kita geluti.

Apabila kita membaca shirah (kisah sejarah) para shahabat, akan kita temukan adanya shahabat-shahabat yang sudah terampuni dosanya sebelum berbuat kesalahan. Tentu kita tidak bisa menyejajarkan kebaikan shahabat Nabi dengan diri kita. Namun, disini kita belajar bahwa Islam punya konsep penghargaan pada masa lalu. Shahabat-shahabat yang tadi diampuni dosanya adalah orang-orang yang berjasa baik pada awal-awal masa dakwah Islam. Jasa yang luar biasa itu menjadi bukti bahwa jikapun di masa depan berbuat kesalahan, pastilah dia khilaf dan tidak perlu dikasari untuk menyadarkannya. Ini yang perlu kita teladani.

Ketegasan dalam menasihati seorang kawan adalah perlu, akan tetapi Aa Gym pernah menceritakan bahwa tegas itu tidak lantas harus kasar. Ketegasan itu menegakkan aturan bahkan dengan kelembutan. Mengenai hal ini, penulis memiliki pengalaman. Murobbi (guru mengaji-red) penulis merupakan orang yang terkenal ‘buas’. Bagaimana tidak? JIL dan Misionaris beliau tekuk-tekuk sampai jadi bubuk. Namun, tiga tahun kami halaqoh (mentoring/mengaji) dengan beliau, tidak pernah sekalipun kami dibentak dan dikerasi. Beliau tegas dengan caranya. Jika menegur beliau sering dengan menyindir, lalu setelah itu tersenyum dan itu ternyata lebih berpengaruh dibandingkan teguran keras yang dilakukan orang lain.

Barang siapa dijauhkan dari sifat lemah lembut (kasih sayang), berarti ia dijauhkan dari kebaikan.' [HR. Muslim No.4694].

Bagaimanapun, kawan kita dalam organisasi dan dalam kehidupan adalah saudara terdekat diri kita. Bahkan tak jarang lebih dekat pertolongannya dari keluarga kita. Oleh karena itu, janganlah sebuah kesalahan menyebabkan hilangnya kasih saying kita kepada mereka. Bila ada tingkah laku seseorang yang menyebalkan, mari ingat kembali jasa-jasanya di masa lalu. Kiranya layak kita menyimak sebuah nasihat ini ketika rasa kesal menjumpai kita saat melihat kesalahan seseorang :

"Temukan 70 dalih untuk menganggap benar perilaku saudara yang tampak keliru di matamu." Dan jika setelah 70 alasan terasa tak masuk akal juga, maka katakan pada dirimu "Saudaraku ini punya ‘udzur yang tak kutahu" - Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’
Wallahu a'lam bishawab.

[Rio Aurachman]

dapat dilihat pula di: http://tinyurl.com/mugj353

Rabu, 30 April 2014

Surat Al Buruuj, Vonis Mati Mesir, dan Parit Berisi Api

saat dulu ditugasi menghafal juz amma (yang sampai sekarang tak kunjung hafal)..saya sempat mampir di surat al buruj..sebagaimana saran kawan-kawan, untuk memudahkan menghafal, pahami artinya..saat saya baca arti al buruuj, saya merasakan nuansa yang berbeda saat membaca ayat yang lain..

kalau kisah Surat Yusuf adalah kisah zero to hero-nya nabi Yusuf, Surat nuh bernada kan kesabaran dalam perjuangan nan panjang..maka Al Buruj adalah sudut Al Qur'an yang bernuansakan ketercekaman..seperti membaca novel thriller..

Quran Surat 85 ayat 4. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit (di yaman)
85:5. yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,
85:6. ketika mereka duduk di sekitarnya,
85:7. sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.
85:8. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,

seperti kita tahu, ayat tersebut menceritakan raja mengeksekusi massal masyarakat najran (yaman) karena masyarakatnya beriman kepada Allah..raja tidak suka.

sambil baca ayat ini, bayangkan di sebuah lapangan,,ada sebuah lubang memanjang seperti parit,di dalamnya dipasang kayu bakar dengan api menyala-nyala.kobaran itu memecah malam,percikan apinya melompat-lombat dan bergemrisik,suhu yang dingin jadi sepanas musim panas karena kobaran api itu.

masyarakat dibariskan di sisi parit,duduk di sekitarnya.mungkin sebagian menangis,mungkin ada keluarga yang saling berpelukan.mereka saling meyakinkan dan menguatkan hati,bahkan bayi pun menguatkan hati ibunya yang ragu-ragu.dan akhirnya algojo mendorong-melempar mereka satu persatu,hingga habis terbakar..

setelah baca ayat itu, saya berpikir "luar biasa" ..ayat ini bisa menjadi scene sebuah film yang menggetarkan hati.ya sebatas film.saya bermimpi membuat script-nya,untuk lalu difilmkan sebagai pengingat kita akan sejarah kisah nyata ashabul ukhdud..saya tidak pernah berpikir bahwa itu akan terjadi di dunia nyata..dunia modern saat ini yang katanya beradab.mana ada pemimpin negara yang tega mengeksekusi massal rakyatnya..

ternyata saya salah,sepekan ini,pengadilan junta mesir baru saja memvonis mati lebih dari 1000 rakyatnya..400 sudah dieksekusi,sisanya sedang menanti..


saya menulis ini biasanya ada saja yang berpendapat bahwa itu masalah politik,katanya blur mana benar dan salahnya..tapi kok rasanya tidak benar..hati saya berkata beda..logika saya juga ga masuk..ikhwanul muslimin harus dibela.mereka menang pemilu secara sah, lalu dikudeta secara semena-mena, lalu mereka berdemonstrasi damai,menuntut hak nya, lalu ribuan ditembaki dengan peluru tajam,lalu mereka ditangkapi,dijebloskan ke penjara,dan kini mereka dihukum mati..rasanya ini keterlaluan.junta militer tidak layak kita bela, wartawan aljazeera yang netral saja mereka tangkapi,wartawn barat dipenjara oleh mereka .

Benar kata erdogan, tidak perlu menjadi muslim untuk membela mereka, cukup menjadi manusia saja..amerika yang bukan islam saja mengecam eksekusi massal tersebut..rasanya keterlaluan bila kita diam saja, bahkan membela junta militer? saya bingung mau bilang apa lagi..

melihat peristiwa mesir ini saya jadi belajar,bahwa kenapa Allah merekam kisah ashabul ukhdud di al buruuj.bukan sebagai kisah sejarah saja yang sudah berlalu, tetapi saya merasa dinasehati bahwa,pemimpin dzolim yang mengeksekusi massal rakyatnya itu bukan kisah masa lalu saja,bahwa itu mungkin terjadi dan terulang..bahwa manusia atau pemimpin yang sejahat itu ada,dan akan terus ada ke depannya..sebagai ujian keimanan bagi kita..

Kita, anak kita, cucu kita, keturunan kita mungkin berpeluang jadi korban berikutnya. Kisah mesir bulan ini bagaikan menasehati saya. Jika anda orang baik, dan menginginkan kebaikan untuk dunia, maka anda harus kuat,agar orang jahat bisa anda hadang dari berbuat seenaknya..Anda tidak boleh lemah.Karena kelemahan itu membuat "kebaikan" kalah. Bahkan anda tidak boleh lelah, karena entah mengapa sepertinya kezoliman tidak ada capeknya.

Waktu tidur kita harus dikurangi,himpun kembali pekerjaan-pekerjaan kita,selesaikan,tuntaskan dengan excellent.Ibadah kita harus diperbanyak dan diperkuat maknanya,tak sekedar pelunasan ritual belaka. Program-program kita harus penuh inovasi. KAderisasi kita harus kuat, tumbuhkan penerus-penerus nan tangguh. Waktu bercanda perlu direduksi,karena situasi sedang genting.Ukur keberhasilan kita, gandakan di waktu mendatang.

InsyaAllah pengorbanan saudara-saudara di mesir tidaklah percuma. Selain pahala bagi mereka, semangatnya juga mengembara ke ufuk dunia, salah satunya ke Indonesia. Para pejuang kebaikan, yang menginginkan kebaikan, dan memperluas kebaikan makin terkuatkan, membuat dunia yang lebih baik..

Sebagaimana lagu Michael Jackson: "Heal The World, make it a better place, for you and for me and the entire Human Race"

Note to myself, Bandung, 30 April 2014

Minggu, 27 April 2014

Agar Dunia Mengejar

Dunia itu ibarat rumput,
akhirat itu ibarat jagung
kalau kamu menanam rumput,ga akan dapat jagung
kalau kamu menanam jagung,sudah pasti dapat rumput
(ust. Faiz Hambali)
“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (dia menganggapnya tak bernilai)
HR Ibnu Majah (no. 4105)
jika dicoba,mudah-mudahan nanti jurusan yang diimpikan,pekerjaan,uang,beasiswa akan datang

Sabtu, 26 April 2014

.::Einstein and Eddington, dan Keihlasan::.

.::Einstein and Eddington, dan Keihlasan::.

Sebuah film yang menceritakan proses ditemukannya teori relativitas yang membuat Einstein menjadi ikon kecerdasan masa kini.

ternyata ada orang bernama eddington dari inggris, yang membuat teori tersebut bisa diterima dunia..einstein berteori tapi eddington yang membuktikan bahwa teori enstein itu benar..Tanpa eddington, einstein tak akan seterkenal sekarang.

akhir dari kisah ini kita tahu semua, einstein terkenal luar biasa, tapi eddington kita lupakan,padahal jasa dan pengorbanannya tak terperi..dia harus pergi jauh dari inggris ke afrika,memfoto gerhana matahari, untuk membuktikan teori einstein itu benar..

dari film ini saya seperti diajari bahwa panggung dunia itu terbatas, jika tujuan kita berkarya adalah supaya terkenal dan dielu-elukan, maka siap-siaplah kecewa..tapi jika panggung akhirat yang kita kejar,maka surga Allah amatlah luas..ribuan karya akan mengalun mengalir dari jari jemari kita..

saya sering diajari sebuah kalimat,"Hanya Allah yang bisa membayarmu" tidak organisasi, tidak siapapun..kelelahanmu menjadi mentor, membuat tabligh akbar, aktif di organisasi,mengajar, hanya Allah yang bisa membayar dan menggajimu..Berapapun uang dari manusia, tidak akan setimpal.

einstein and eddington,,film yang bagus.

http://en.wikipedia.org/wiki/Einstein_and_Eddington

ayat yang perlu kita baca:
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Tuhan semesta alam. (QS Al-An'am [6]: 162)